Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Prabowo Subianto akan secara resmi mengirimkan bantuan kemanusiaan korban gempa di Myanmar besok, Kamis (3/4/2025).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan pihaknya telah mempersiapkan pengiriman bantuan tersebut.
Dia mengatakan bantuan yang akan dikirimkan itu menyusul pengiriman tim sejak awal pekan ini, Senin (31/1/2025).
"Rencananya besok bantuan yang jadi mulai dari tanggal 31 sudah ada tim yang kita kirimkan, jadi besok secara resmi kita akan kirimkan bantuan," ujar Sugiono kepada wartawan saat ditemui pada sela-sela acara gelar griya di rumah dinas Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana untuk mengirimkan bantuan penanganan pascagempa berskala M7,7 di Myanmar, esok hari, Kamis (3/4/2025).
Rencananya, bantuan dari pemerintah Indonesia itu akan dikirimkan melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Baca Juga
Sebelumnya, pengiriman tim dari Indonesia untuk membantu proses evakuasi serta pengobatan warga korban gempa telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.
Selain pada hari Senin (31/3/2025), pemerintah turut mengirimkan personel dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan SAR Nasional (Basarnas) kemarin, Selasa (1/4/2025). Jumlah personel yang dikirimkan kemarin adalah sebanyak 53 orang.
Kepala BNPN Letjen TNI Suharyanto menyebut, pengiriman bantuan esok hari untuk memaksimalkan proses evakuasi korban gempa. Bantuan akan diberangkatkan dalam dua pesawat, masing-masing berisi personel delegasi resmi.
Para personel yang berada di bawah koordinasi BNPB itu akan bertugas selama satu minggu.
Namun demikian, Suharyanto memperkirakan misi kemanusiaan itu akan berjalan selama satu bulan.
"Saya kemarin menyarankan kepada pemerintah sebulan. Kenapa sebulan? Ini pengalaman berdasarkan di tempat-tempat lain," ucapnya.
Dia memastikan personelnya akan selalu siap jika harus bertugas dalam jangka waktu lebih lama lagi.
Tugas tersebut akan terus dilakukan hingga pemerintah setempat mengumumkan pemberhentian pencarian korban.