"Komunitas intelijen mati-matian mencari cara untuk mendapatkan celah untuk menjauhkan kebijakan-kebijakan berbahaya dari vektor malapetaka," kata Rick Wilson, mantan pejabat Pentagon yang mengetahui pasti masalah intelijen dan terkenal kritis sekali kepada Trump.
Evans mengatakan pada titik tertentu Gedung Putih harus mengangggap serius pembocoran informasi yang membahayakan, seandainya mereka ingin mengendalikan pesan-pesannya. Dia menggambarkan metode sengaja merilis berita-berita positif ke para staf adalah untuk melihat apa yang akan mundul di media.
Namun menurut Cohen yang kini mengajar pada School of Advanced International Studies, Universitas Johns Hopkins, masalahnya bukan soal pembocor informasi, melainkan presidennya sendiri. Mengapa? Karena Trump tak mempercayai atau menghormati orang-orang di luar keluarganya, sehingga dia seperti tidak bisa berharap banyak dari stafnya.
"Inilah yang terjadi ketika Anda memiliki presiden yang narsistis," kata Cohen.
Halaman Selanjutnya
Kebingungan Akan Dolar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

1 jam yang lalu
Hati-hati RI Ekspor Beras ke Malaysia
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru

2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lombok

5 jam yang lalu
Prabowo Bicara Data Produksi Beras: Swasembada Itu Nyata
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
