Bisnis.com, JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter melanda Laut Solomon Papua Nugini menurut Survei Geologi Amerika Serikat. "Ancaman tsunami" dikeluarkan untuk beberapa bagian pantai Papua Nugini.
Sistem Peringatan Tsunami AS mengatakan gelombang setinggi 3 hingga 10 kaki di atas permukaan pasang surut normal mungkin terjadi di dekat episentrum gempa. Sistem tersebut tidak mengeluarkan peringatan untuk tempat lain di Samudra Pasifik.
Dilansir dari New York Times, gempa bumi terjadi pada pukul 6:04 pagi waktu Papua Nugini sekitar 121 mil tenggara Kimbe, Papua Nugini, menurut data dari USGS.
Baca Juga
Saat seismolog meninjau data yang tersedia, mereka mungkin merevisi besarnya gempa yang dilaporkan. Informasi tambahan yang dikumpulkan tentang gempa bumi tersebut juga dapat mendorong para ilmuwan USGS untuk memperbarui peta tingkat keparahan guncangan.
Gempa susulan biasanya merupakan gempa bumi yang lebih kecil yang terjadi setelah gempa bumi yang lebih besar di area yang sama. Gempa susulan biasanya merupakan penyesuaian kecil di sepanjang bagian patahan yang bergeser pada saat gempa bumi awal.
Gempa susulan dapat terjadi beberapa hari, minggu, atau bahkan tahun setelah gempa bumi pertama. Peristiwa ini dapat memiliki kekuatan yang sama atau lebih besar dari gempa bumi awal, dan dapat terus memengaruhi lokasi yang telah rusak.