Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kesepakatan TikTok Ditunda Setelah China Keberatan atas Tarif Timbal Balik

Pada Jumat, Trump memperpanjang tenggat waktu selama 75 hari bagi ByteDance untuk menjual aset TikTok di AS kepada pembeli non-China.
Logo aplikasi TikTok dalam layar smartphone. / Bloomberg-Gabby Jones
Logo aplikasi TikTok dalam layar smartphone. / Bloomberg-Gabby Jones

Bisnis.com, JAKARTA — Ketidaksetujuan China terhadap kebijakan tarif timbal balik atau reciprocal tarif menjadi alasan ditundanya kesepakatan pemisahan aset TikTok di AS.

Melansir dari Reuters, Sabtu (5/4/2025) berdasarkan dua sumber yang mengetahui masalah ini, pengumuman tarif tersebut menjadi hambatan utama dalam proses tersebut.

Pada Jumat, Trump memperpanjang tenggat waktu selama 75 hari bagi ByteDance untuk menjual aset TikTok di AS kepada pembeli non-China atau menghadapi larangan yang direncanakan berlaku pada Januari 2024. 

Kesepakatan untuk memisahkan operasi TikTok di AS menjadi perusahaan baru yang mayoritas dimiliki oleh investor AS ini hampir diselesaikan pada hari Rabu, menurut salah satu sumber, dengan ByteDance hanya memegang kurang dari 20% saham.

Namun, ByteDance mengonfirmasi pada Sabtu pagi bahwa masih ada perbedaan pendapat dalam kesepakatan tersebut.

"(Kami) masih dalam pembicaraan dengan pemerintah AS, tetapi belum ada kesepakatan yang dicapai, dan kedua belah pihak masih memiliki perbedaan pendapat mengenai banyak isu utama," tulis perusahaan tersebut.

Dalam pernyataan terkait, Kedutaan Besar China di Washington menegaskan bahwa China selalu menghormati dan melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan, serta menentang praktik yang melanggar prinsip ekonomi pasar. 

China sekarang menghadapi tarif 54% atas barang yang diimpor ke Amerika Serikat setelah Trump mengumumkan bahwa dirinya akan menaikkannya sebesar 34% minggu ini, yang mendorong China untuk membalas pada hari Jumat. 

Trump mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk mengurangi tarif pada China guna menyelesaikan kesepakatan dengan ByteDance untuk menjual aplikasi yang digunakan oleh 170 juta orang Amerika

Trump, yang memperpanjang batas waktu kesepakatan, mengungkapkan bahwa dia berharap dapat bekerja dengan China untuk menyelesaikan kesepakatan TikTok. 

Menurut Trump, pemerintahan AS sedang bekerja dengan empat kelompok berbeda mengenai kesepakatan ini, meskipun nama-nama mereka belum diungkapkan.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan TikTok dan China untuk menutup kesepakatan. Kami tidak ingin TikTok 'menghilang',” ujar Trump.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper