Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Situasi Indonesia Panas, Dino Patti Djalal Minta Prabowo Tidak ke China

Dino Patti Djalal minta Prabowo membatalkan kunjungan ke China karena situasi Indonesia yang panas akibat unjuk rasa yang berakhir ricuh di Jakarta.
Pendiri dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal. JIBI/Jessica Soehandoko
Pendiri dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal. JIBI/Jessica Soehandoko

Bisnis.com, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto tetap berada di Indonesia selama situasi yang saat ini masih panas di Tanah Air.

Menurut dia, kunjungan ke luar negeri saat ini tidak penting dilakukan Prabowo. Dengan demikian, Dino meminta Prabowo untuk membatalkan kunjungannya ke China pada pekan depan.

“Mengingat situasi panas yang masih bergolak, hati rakyat yang sedang pedih dan gelisah, saya anjurkan Presiden @prabowo batalkan kunjungan ke Tiongkok minggu depan,” katanya dalam unggahan akun X @dinopattidjalal, Sabtu (30/8/2025).

Mantan duta besar RI untuk Amerika Serikat (AS) ini berpendapat kunjungan ke China bisa diwakilkan saja oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Pasalnya, saat ini adalah momen Prabowo perlu tetap berada di Indonesia.

“Wakilkan saja ke @Menlu_RI. Ini momen di mana Presiden perlu berada di Tanah Air di tengah rakyatnya yang sedang galau. Keluar negeri sekarang ini tidak penting,” ujar pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) tersebut.

Melansir laman resmi Xinhua pada Sabtu (30/8/2025), China akan menjadi tuan rumah parade militer besar-besaran pada 3 September 2025. Acara ini sekaligus menandai ulang tahun ke-80 kemenangan negara melawan agresi Jepang dan kemenangan melawan fasisme.

Asisten Menteri Luar Negeri China Hong Lei mengatakan ada 26 pemimpin negara lain yang akan hadir di parade ini. Beberapa yang dibeberkannya ada pemimpin dari Kamboja, Vietnam, Laos, Indonesia, Malaysia, Mongolia, Pakistan, Belarus, Serbia, Iran, dan Kuba.

Sementara itu, di Indonesia aksi unjuk rasa berlanjut hingga Jumat (29/8/2025) kemarin. Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi pembatalan kenaikan tunjangan DPR hingga mengecam aksi kekerasan polisi yang memakan korban jiwa.

Aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025) memakan korban jiwa yaitu driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Barakuda milik Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Gugurnya Affan memantik emosi masyarakat luas. Aksi demonstrasi pun berlangsung di sejumlah titik di Jakarta dan berbagai daerah lain di Indonesia seperti Bandung, Solo, hingga Surabaya. Di Jakarta sendiri, demonstrasi berlangsung di sejumlah titik. Mulai dari Brimob Kwitang, Polda Metro Jaya, dan Gedung DPR/MPR.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro