Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Respons DPR Soal Tuntutan Copot Kapolri Listyo Sigit Mundur usai Brimob Lindas Ojol

DPR akan menggelar rapat internal untuk membahas tuntutan mundur Kapolri Listyo Sigit setelah insiden meninggalnya driver ojol akibat kendaraan taktis Brimob.
Logo pita hitam di halaman muka aplikasi Gojek
Logo pita hitam di halaman muka aplikasi Gojek

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi III DPR akan melakukan rapat internal untuk merespons tuntutan agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya imbas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan. Affam meninggal akibat 'dilindas' kendaraan taktis (rantis) yang dikendarai anggota Brimob.

Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan mengaku belum bisa merespons tentukan tersebut. Kendati demikian, dia memastikan Komisi III DPR akan membahas situasi berkembang secara internal terlebih dahulu termasuk tuntutan agar Kapolri mundur.

"Nanti pada hari Senin kita akan ketemu dengan pimpinan Komisi III, kita bicarakan ini, dan dalam beberapa waktu ke depan kan ada rapat-rapat kerja, termasuk dengan Kepolisian. Kita tunggu nanti di situ," ujar Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Dia memastikan pihaknya akan mencecar para petinggi Polri terkait insiden yang memakan korban nyawa dalam aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025) kemarin.

Dia mengaku belum bisa memastikan hari pastinya rapat itu. Hinca juga belum tahu apakah Kapolri Listyo Sigit Prabowo akan menghadiri rapat tersebut.

Legislator dari Fraksi Partai Demokrat itu juga mengaku belum bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi pada insiden kematian Affan. Dia menyatakan baru menerima informasi dari satu sisi, yaitu dari video kejadian yang beredar di media sosial.

Oleh sebab itu, Hinca meminta setiap pihak bersabar. Dia mengaku akan menggali informasi dari sisi lain, yaitu pihak Polri.

 "Saya juga belum punya data yang cukup tentang apa yang ditanyakan itu, kecuali memang kita hanya melihat video itu yang bertebar di kita. Tapi itu cukup memantik emosi, empati," katanya.

Di samping itu, Hinca mengaku menyayangkan anggota Polri masih melakukan sejumlah kekerasan pada massa aksi kemarin, termasuk perihal penggunaan gas air mata dan mobil rantis.

"Mestinya teman-teman di kepolisian paham betul SOP nya, yang bisa mengukur situasi yang tepat karena memang mobil [rantis] itu cukup kuat, mestinya dia bisa membaca situasi itu dan kalau lihat kecepatannya, belum pernah saya lihat mengahalau massa secepatnya itu," jelasnya.

Tuntutan Kapolri Mundur

Sebelumnya, 217 organisasi masyarakat sipil mengeluarkan sikap bersama atas aksi kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian ketika mengamankan aksi demonstrasi masyarakat Kamis (28/8/2025) kemarin. 

Gerbang utama gedung DPR/MPR menjadi titik pusat demonstrasi. Sejumlah massa buruh, mahasiswa, dan pelajar menuntut kenaikan upah minimum, pemangkasan pajak, hingga pembatalan tunjangan anggota parlemen.

Kendati demikian, demo ricuh usai aparat mencoba membubarkan paksa massa. Demo menyebar ke sejumlah wilayah seperti kawasan Pejompongan dan Bendungan Hilir (Benhil), Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Bahkan, seorang driver ojol dilindas mobil kendaraan taktis (Rantis) Barakuda milik Polri. Korban, Affan Kurniawan, dinyatakan meninggal tak lama setelahnya.

Tanggapi itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Indonesia Corruption Watch (ICW), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) hingga ratusan organisasi masyarakat sipil lainnya mengeluarkan pernyataan sikap bersama.

Ada sejumlah tuntutan yang dikeluarkan mereka, yang salah satunya meminta agar Kapolri mundur.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro