Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Donald Trump Mulai Negosiasi Tarif Baru dengan Vietnam, India, dan Israel

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggelar pembicaraan dengan Vietnam, India, dan Israel terkait tarif baru yang dikenakan terhadap barang impor.
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang telah ditandatangani saat pengumuman tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, DC, AS, pada hari Rabu (2/4/2025). Trump memberlakukan tarif pada mitra dagang AS di seluruh dunia, serangan terbesarnya terhadap sistem ekonomi global yang telah lama dianggapnya tidak adil. Fotografer: Jim Lo Scalo / EPA / Bloomberg
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang telah ditandatangani saat pengumuman tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, DC, AS, pada hari Rabu (2/4/2025). Trump memberlakukan tarif pada mitra dagang AS di seluruh dunia, serangan terbesarnya terhadap sistem ekonomi global yang telah lama dianggapnya tidak adil. Fotografer: Jim Lo Scalo / EPA / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggelar pembicaraan dengan perwakilan dari Vietnam, India, dan Israel terkait tarif baru yang dikenakan terhadap barang impor.

Dilansir dari Antara, mengutip sumber terpercaya, Trump sedang menjalin komunikasi dengan para perwakilan dari ketiga negara tersebut guna merundingkan kesepakatan dagang bilateral yang dapat meringankan beban tarif sebelum tenggat waktu pekan depan.

Pada Rabu (2/4/2025), Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan tarif dasar sebesar 10 persen atas semua impor ke Amerika Serikat mulai 5 April 2025.

Sementara itu, tarif yang lebih tinggi dan bersifat timbal balik terhadap negara-negara dengan defisit perdagangan terbesar dengan AS akan berlaku mulai 9 April 2025.

Beberapa negara telah menyatakan niat mereka untuk melakukan pembalasan atas kenaikan tarif tersebut.

China, misalnya, mengumumkan akan memberlakukan tarif sebesar 34 persen terhadap seluruh impor dari Amerika Serikat mulai 10 April 2025.

Akibat situasi itu, pasar saham AS anjlok hingga kehilangan nilai sebesar 6,6 triliun dolar AS dalam dua hari perdagangan, -- penurunan terbesar sepanjang sejarah pasar saham negara tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Muhammad Ridwan
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper