Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) periode 2017-2021, Mike Pence menentang kebijakan baru dari Presiden Donald Trump terkait pengenaan tarif dasar 10% dan tarif timbal balik ke berbagai negara.
Mike Pence yang kala itu menjadi wapres yang mendampingi Trump mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tersebut justru berisiko membebani finansial warga AS.
"Pajak tarif Trump adalah kenaikan pajak terbesar di masa damai dalam sejarah AS. Tarif ini hampir 10 kali lipat dari tarif yang diberlakukan selama pemerintahan Trump-Pence dan akan membebani keluarga Amerika lebih dari US$3.500 per tahun," ujar Pence melalui media sosial X-nya, @Mike_Pence dikutip Jumat (4/4/2025).
Menurutnya, Presiden Trump terpilih kembali untuk memulihkan ekonomi AS setelah empat tahun inflasi Biden. Namun, pajak tarif Trump dapat merugikan keluarga Amerika ribuan dolar per tahun hingga mengurangi lapangan kerja di AS.
Adapun, perkiraan dari Goldman Sachs memperkirakan dampak tarif tahunan mendekati US$300 miliar per tahun.
Rata-rata keluarga Amerika berpenghasilan sekitar US$101.000 per tahun. Alhasil, Pence mengatakan pajak baru sebesar US$3.500 akan dengan mudah mengurangi kenaikan gaji selama tiga tahun bagi sebagian besar keluarga di AS.
Baca Juga
"Penasihat perdagangan pribadi Trump, Peter Navarro, memperkirakan tarif baru yang lebih suram sebesar US$600 miliar setiap tahun, setara dengan beban tarif tahunan sebesar US$7.000 pada setiap keluarga Amerika," jelasnya.
Dia mengatakan, tarif yang diusulkan akan menjadi tarif tertinggi sejak tahun 1800-an, melampaui tarif tahun 1920-an yang menyebabkan depresi besar. Pajak tarif Trump mengancam akan menghapus seluruh nilai pemotongan pajak era Trump-Pence pada 2017 untuk 40% pekerja terbawah.
Dari sisi industri, sebanyak 1.230 warga AS di pabrik baja Cleveland-Cliffs yang berkantor pusat di Ohio kehilangan pekerjaan mereka. Whirlpool mengumumkan 651 PHK di sebuah pabrik di Iowa.
Sementara itu, Wolfspeed, sebuah perusahaan semikonduktor, mengumumkan penghapusan 180 pekerjaan di North Carolina, sedangkan Milgard Manufacturing mengumumkan PHK yang memengaruhi hampir 400 pekerja California.
Pada tahun lalu, General Motors membagikan US$14.500 dan Ford membayar US$10.400 dalam bentuk bonus bagi hasil kepada serikat karyawan. Pajak Tarif Trump mengancam akan menghilangkan bonus ini.
"Rakyat Amerika memilih Presiden Trump untuk memperbaiki perekonomian. Kegagalan memperbaiki Bidenomics akan menghancurkan prospek kaum konservatif pada musim pemilihan berikutnya," pungkas Pence.
Kebijakan Trump
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump akhirnya memberlakukan pengenaan tarif dasar 10% untuk semua produk impor ke Amerika Serikat (AS) dan bea masuk yang lebih tinggi untuk belasan mitra dagang terbesar di negara tersebut untuk mengurangi defisit.
China mendapat tarif baru 34%, sementara Uni Eropa 20%. Pengenaan tarif resiprokal itu sebagai tanggapan atas bea masuk yang dikenakan pada barang-barang AS.
Adapun, Kamboja menjadi negara yang mendapat tarif tertinggi, yakni 49%. Posisi kedua diduduki Vietnam dengan 46%. Sri Lanka mendapat tarif resiprokal 44%, Bangladesh 37%, Thailand 36%, dan Taiwan 32%. Sementara itu, Indonesia menerima tarif resiprokal sebesar 32%.
Tarif tersebut akan mulai berlaku mulai 9 April 2025 dan akan diterapkan kepada 60 negara secara keseluruhan. Kanada dan Meksiko, dua mitra dagang terbesar AS, sudah menghadapi tarif 25% untuk banyak barang yang masuk ke AS.