Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Demo Besar di Jakarta, Gibran Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Berita Tak Benar

Wapres Gibran mengimbau masyarakat tidak terpancing berita hoaks saat demo besar di Jakarta, dan menyerukan dialog serta menjaga persatuan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dok Youtube Setwapres RI
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dok Youtube Setwapres RI

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengimbau masyarakat agar tidak terpancing dengan berita tidak benar.

Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Pelayanan (Mupel) VII Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) 2025 di Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (28/8/2025).

Gibran menitipkan pesan kepada peserta Mupel agar segera menyelesaikan masalah-masalah gesekan maupun percikan kecil di tengah masyarakat. Dia meminta agar jangan sampai masalah itu ditangani ketika sudah bertumpuk menjadi besar. 

"Selalu buka pintu dialog, itu yang paling penting dan melibatkan FKUB [Forum Kerukunan Umat Beragama] lintas agama, jadi harus duduk bareng," terangnya dikutip dari video yang diunggah Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Jumat (29/8/2025) lalu. 

Putra sulung dari Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu juga berpesan agar terus menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga tidak menimbulkan perbedaan yang memecah belah persatuan. 

"Jangan mudah terprovokasi, hadapi dengan kepala dan hati yang dingin," pesan Gibran. 

Dia lalu mengimbau kepada peserta Mupel yang hadir agar tidak cepat terpancing dengan berita-berita yang tidak benar, dan belum diyakini kebenarannya. Menurutnya, masyarakat harus pintar menyaring berita yang benar dan yang baik. 

"Saya yakin di sini bawa smartphone semua pegang HP, jangan terpancing dengan berita-berita yang tidak benar. Jangan terpancing dengan berita-berita yang mungkin bapak ibu belum yakin kebenarannya. Jadi kita harus pintar menyaring berita yang benar, mana berita yang baik. Kita tidak bisa langsung menghakimi atau langsung share ke WA group, harus kita sharing dulu," paparnya. 

Adapun pada hari yang sama, kelompok buruh berdemo di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Terdapat beberapa tuntutan yang mereka sampaikan yang meliputi penghapusan outsourcing dan penolakan terhadap upah murah, setop PHK dan pembentukan Satgas PHK, reformasi pajak perburuhan, sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law, pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi serta merevisi UU Pemilu. 

Presiden Partai Buruh/Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal bahkan menyebut kalangan buruh mengancam bakal melakukan aksi mogok nasional apabila tidak diakomodasi oleh pemerintah dan DPR. 

"Ini bukan aksi yang pertama. Bahkan kami mempersiapkan mogok nasional, jutaan buruh akan berhenti produksi," ujarnya.

Pada sore hingga malam harinya, demo berujung ricuh. Bahkan, seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan (21) dilindas oleh kendaraan taktik (rantis) dari Kepolisian yang melintas dengan kecepatan tinggi. 

Apa yang berawal dari demo buruh berujung ke demo besar-besaran di Jakarta keesokan harinya, Jumat (29/8/2025), di mana pengemudi ojek daring, mahasiswa dan masyarakat turun ke beberapa titik. Mulai dari Gedung DPR, Mako Brimob hingga Mapolda Metro Jaya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro