Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa ibu-ibu yang ingin menyuarakan aspirasinya bersama kelompok Ojol sedih dan hanya bisa bisa terduduk di jalan, karena ditembaki gak air mata oleh polisi.
Seorang perempuan paruh baya dengan baju warna biru, mengaku kecewa dengan pemerintahan Prabowo dan Kapolri saat ini. Sebab, Prabowo dan kepolisian melakukan aksi anarkis dengan menembaki massa pakai gas air mata.
"Mau sampaikan aspirasi, malah ditembaki gas air mata," teriak ibu-ibu tersebut.
Beberapa pendemo lain, memperhatikan kondisi ibu tersebut. Membantunya berdiri yang sempat lemah dan memindahkan ke lokasi yang tidak terlalu banyak asa gas air mata.
Massa yang demo kecewa dan marah dengan sikap polisi. Sebab, baru-baru ini polisi Brimob melindas ojol dengan mobil mantis seberat 10 ton, hingga akhirnya Ojol tersebut meninggal dunia.
Para pendemo meneriaki Brimob dan menyayangkan aksi dari aparat keamanan yang harusnya membantu rakyat, tetapi malah melakukan aksi anarkis terhadap rakyat.
Tembakan gas air mata dilepaskan sekitar pukul 15.30 WIB, dan sontak membuat ratusan peserta unjuk rasa tersebut berlari akibat paparan asap gas air mata. Tembakan gas air mata ini membentuk kabut yang cukup tebal di jalan.
Tidak hanya peserta demo yang lari menghindari gas air mata, ratusan personel TNI yang berjaga di depan Mako Brimob juga terpapar asap tembakan gas air mata.
Setelah menembakkan gas air mata, personel Brimob kembali ke luar Mako dan membentuk barikade dengan menggunakan tameng serta perlengkapan lainnya.
Berdasarkan pantauan Bisnis.com, polisi sudah menembaki gas air mata ke arah warga yang berdemo. Adapun tembakan gas air mata ini bertujuan untuk membubarkan massa yang sedang marah, karena aksi brutal polisi Brimob.
"Hukum pelaku. Hukum pelaku. Teman gue yang lu lindas," teriak orang-orang yang mendatangi Mako Brimob.